~ Friday, July 08, 2005 ~

penilaian ideal seperti apa sih??

Sesimple itukah penilaian terhadap seseorang. Kenapa ketika satu hal tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan, selalu saja penilaian yang buruk yang keluar dari mulutnya. Dia ndiri gimana...!!
Pantas gak dia menilai seseorang itu sombong, cuek, atau apalah.
Kriteria penilaiannnya apa emang?
Ada yang bilang sih klo Sombong itu 'betis' alias beda tipis ma cuek, and kadang terkait dengan jaga wibawa. Malah ada yang bilang klo cool itu beda tipis juga ma cuek atau jaga wibawa. Peduli amatlah- amat aja kagak peduli.
Ok lah kalau katanya kita gak pernah nyapa, kita gak pernah peduli ma sekitar, so apa setiap kali malang melintang yang secara gak sengaja ketemu kita harus berhenti and bilang "hai", bisa-bisa motor kita nyium motor orang lagi repot kan.
Setuju klo dia bilang mesti ramah( Rajin Menjamah..red), mungkin akunya juga kali yang gak care ma sekitar, tapi kembali lagi sesimple itukah dia beri penilaian sombong, or cuek ma orang. Enak banget, kenapa gak kita aja yang bilang di sombong or cuek. Klo emang pas akunya jalan , aku bener-bener gak ngeliat dia yah itu bukan kesalahan aku kan gak nyapa ( jelas karna aku gak ngeliat ), nah klo emang kebeneran dia yang ngeliat kita gak ada salahnya kan dia yang nyapa duluan.
Klo sapaannya lu yang kagak gw bales baru pantes klo lu bilang gw "somse" tapi yakin dulu dunk klo sapaan lu denger ma gw. Klo perlu pake toak ajah manggilnya.
Pake acara bilang gak mau akrab lagi ma dia.
Widih....
Ente aja kali yang sok akrab.
Satu hal aku paling gak suka ma orang yang "sok akrab" ma aku, yang sebenernya duh...BT banget. Makanya aku juga berusaha gak terlalu akrab sama orang sebelum aku dapet sinyal dari mereka, siapa tahu dia juga BT banget ma "sok akrab"nya aku.
Berabe kan.
Tapi peduli amat ma penilaian orang, karna aku juga penilaian tersendiri sama orang lain termasuk yang ngasih penilaiaan tentang aku atau yang lainnya.
Peduli sih memang harus peduli, tapi seperlunya ajalah. Karna gak semua orang mau orang lain terlalu peduli ma urusannya. Lagian ngapain juga peduli ma omongan orang, mending tuh kita dengerin apa yang dibilang ma TUHAN. Karna ada filsafat yang mengatakan " jangan dengarkan apa kata orang lain tentangmu( yang negatif nih) tetapi dengarkan apa kata TUHAN untukmu"
Tuh bener kan.!!
Bener apa Bener?
Atau cueknya aku perlu dikurangi juga kali yah?
Ya, pokoknya asal dia kagak nyenggol gw aja dah.....!!!

~ Tuesday, July 05, 2005 ~

komitmen atau...?

Ketika janji tidak bisa lagi ditepati lalu apa artinya sebuah komitmen, yang akhirnya akan berlalu dan hilang begitu saja seperti angin. Sulitkah menjalankan sebuah komitmen atau.. terlalu berat komitmen yang telah aku buat. Berpikir untuk kembali memulai sesuatu yang baik.. Apakah itu sulit?
Kecewa akan selalu datang terlambat ketika komitmen itu telah dilanggar. Jujur.. terkadang aku mulai menikmatinya. Menikmati apa yang telah kulanggar dan telah kulakukan walau sebenernya tidak layak dan pantas untuk kulakukan.
Sampai esok harinya, tubuh dan jiwaku tersadar akan apa yang selama ini telah aku lakukan, seperti malaikat yang membangunkan aku di pagi hari dan berkata " morning sweety..Are u ready to start the day now with me..? Suprise me !!
yang akhirnya kembali membuat ku berfikir sekali lagi dengan komitmenku.
Pertanyaan yang kembali terbersit..
Sulitkah menjalankan komitmen yang telah aku buat..? atau keadaan telah membawaku jauh untuk seolah-olah lupa pada komitmenku..? sehingga aku harus jatuh dan bangkit untuk jatuh kembali.
Haruskah di lubang yang sama seseorang terjatuh..?
Atau komitmen itu yang harus berubah..?
Komitmen yang selama ini aku anggap benar..?

~ Friday, July 01, 2005 ~

nobody is perfect !

3 kata yang sederhana. Siapapun mungkin juga tahu apa artinya, belum berubah masih bermakna tidak seorangpun sempurna memang. Semua mungkin juga tahu manusia itu punya kekurangan and kelebihan walaupun manusia itu makhluk yang sempurna dibanding yang lainnya(....red). Mungkin bisa dijadikan sebuah alasan yang klise untuk menjawab pertanyaan yang menyangkut pekerjaan and tanggung jawab.
Simple memang, tapi sebenernya belum bisa dipahami. Masih banyak orang yang mencoba untuk sempurna yah dalam pengertian mencoba melakukan sesuatu dengan baik untuk menyenangkan orang mungkin, atau membuat dirinya dihargai. Padahal perbuatan yang dia lakukan tidak akan pernah sempurna. Kembali lagi ke sifat hakiki manusia yang tidak sempurna. tapi bukan dijadikan sebuah kelemahan. Aku bisa berkata aku lemah tapi tidak melemahkanku.
Lalu.?
Berarti gak ada gunanya dunk apa yang coba kita lakukan.? ups... Disanalah peran Sang Pencipta, menurut gw...
Menyadari bahwa tidak seorangpun sempurna membuat kita terbebas dari kecewa and rasa bersalah. bener khan..........? karena kita mengerti and menyadari keterbatasan kita and orang lain.

Mungkin cara berpikir bisa membantu mengatasi kekecewaan kita. Kita tidak hanya berpikir dari paradigma kita, tapi juga paradigma orang lain. Paling tidak itu bisa membuat kita menerima keadaannya dia. Kita bisa menerima ketika ia memutuskan sesuatu yang menurut dia baik tapi menurut kita tidak baik sama sekali. Tanpa ada perasaan" aneh" and "heran" terhadap keputusan itu. Karena mungkin dia juga heran dengan apa yang kita pikirkan. who know?
Setiap orang kan punya pandangan nya bukan? satu hal yang pasti sebelum dia mengambil keputusan itu ia pasti punya pertimbangan tertentu, dan bukankah kita juga punya pertimbangan tertentu akan suatu hal.
Dia gak bisa ngotot harus begini dan kita juga gak bisa ngotot harus begitu. Kayanya sih gak salah kalau gw nyambungin sama teori penerimaannya "acceptance theory" siapa yah? sebut saja melati:d.
yah semoga dengan perubahan pola pikir kita gak akan ada kekecewaan and rasa bersalah akan apa yang terjadi, karena kita bisa menerima kekuarangan dan kelebihannya.
It's Not To Be Problem Right....? 'cause Nobody Is Perfect...!!!

~ Friday, June 17, 2005 ~

Cinta dan Perkawinan

Suatu hari, Plato bertanya kepada gurunya.
"Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa
menemukannya?"
Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yg luas
di depan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh
mundur kembali, kemudian ambillah satu saja
ranting gandum yang menurutmu paling bagus.
Jika kamu menemukan ranting yg kamu anggap
paling menakjubkan, artinya kamu telah
menemukan cinta"

Plato pun berjalan, dan tidak berapa lama dia
kembali tanpa membawa sepotong ranting pun.
Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak
membawa satupun ranting?"
Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu
saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur
kembali. Sebenarnya aku telah menemukan
ranting yg paling menakjubkan, tapi aku berpikir
mungkin saja ada ranting yang lebih menakjubkan
lagi didepan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut.
Saat aku berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari
bahwa ranting-ranting yg kutemukan kemudian
tidak sebagus ranting yg tadi. Jadi tak kuambil
sebatangpun akhirnya.
Gurunya kemudian menjawab, "Ya...itulah cinta"
Dihari yg lain Plato bertanya lagi pada
gurunya, "Apa itu perkawinan? Bagaimana saya
bisa menemukannya?"
Gurunya pun menjawab, "Ada hutan yang subur di
depan sana. Berjalanlah kamu tanpa boleh mundur
kembali, dan kamu hanya boleh menebang satu
pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan
pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu
telah menemukan apa itu perkawinan"

Plato pun berjalan memasuki hutan, dan tak lama
kembali dengan membawa sebatang pohon yang
tidak terlalu tinggi.
Gurunya bertanya, "Mengapa kamu menebang
pohon ini, sedangkan di dalam hutan itu banyak
pohon yang jauh lebih tinggi?"
Platopun menjawab, "Sebab berdasarkan
pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah
hampir setengah hutan, aku tidak ingin kembali
dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku
lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk
amat, jadi kuputuskan menebangnya dan
membawanya kesini. Aku tidak mau
menghilangkan kesempatan untuk
mendapatkannya"
Gurunya pun menjawab, "Ya...itulah perkawinan"
Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak
ditemukan.

Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat
menahan keinginan dan harapan yang lebih.
Ketika pengharapan dan keinginan yg berlebih
akan cinta, maka yang didapat adalah
kehampaan...tiada sesuatupun yg didapat, dan
tidak dapat dimundurkan kembali.

Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur.
Terimalah cinta apa adanya.
Perkawinan adalah kelanjutan dari cinta, yg
merupakan proses mendapatkan kesempatan.
Ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan
yang ada, maka akan mengurangi kesempatan
untuk mendapatkannya.

Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka
sia-sialah waktumu dalam mendapatkan
perkawinan itu. Karena kesempurnaan itu hampa
adanya.
---> ketika waktu tidak dapat diputar mundur..
seseorang sepertinya harus mencoba mempertahankan apa yang telah ia miliki..
bukankah yang ia miliki merupakan "yang terbaik untuknya?"

~ Tuesday, May 31, 2005 ~

jelajah sifat pria ?

Sore ini BT banget, iseng buka google. wew....keluar deh. liat-liat judulnya boleh juga nih, siapa tahu ada yang lagi mau "menjelajah" pria gebetannnya. itung-itung bantu deh. Emang pria gak bisa dijelejah:p.
1. Pria yang suka olahraga solo, seperti perenang atau pelari, sangat membanggakan kemandiriannya dan memilih menghabiskan waktunya sendiri berlama-lama.-->wah bukannya yang suka olahraga ndiri itu egois.
2. Pria yang suka olahraga berkelompok, seperti sepak bola, basket dan bisbol cenderung kompetitif dalam segala aspek kehidupannya dan mereka ini suka menggantungkan diri dengan kelompoknya. -->sebenernya sih dia suka keramaian, atau kemungkinan kedua dia tidak bisa hidup sendiri ( Oom Aristoteles yang mengatakan;)
3. Bagi pria yang tak suka olahraga, dia adalah pemikir yang merdeka biasanya punya sisi sensitif dan mungkin saja dia males.
4. Seorang pria yang berteman dengan orang yang sama sejak dia berusia 10 tahun, dipastikan memiliki sifat setia yang kuat. Tapi hati-hati, siapa tahu dia kurang suka perubahan. Jangan lupa bersabar, sebab butuh waktu lama untuk mendapatkan kepercayaan pria jenis ini. Dan kemungkinan dia bisa saja saling mencintai temannya itu. Who know gitu loh
5. Jika kencan Anda adalah pria yang datang dari area gym, universitas, atau kantor, jangan takut mengajaknya menemani ke pernikahan sepupu. Mereka ini tak punya masalah untuk mengenal orang baru dan bisa beradaptasi dengan mudahnya terhadap situasi baru.
6. Pria yang suka menggesek kartu kredit/debit, menandakan dia ambisius dan percaya diri dan akan mencapai tujuan keuangannya dengan pasti. tergantung dia nggesek dimana dunk, salah2 gesek di bibir lagi.
7. Jika si dia selalu membayar dengan uang tunai, dia cukup percaya diri dan independen. berarti dia tidak saja PD tapi kebeneran ajah dia punya duit klo gak yah ngutang juga kan. repot.
8. Jika dompetnya kering, bisa jadi dia menggantungkan orang lain untuk mengurus dirinya. ( no comment)
9. Jika dia suka berjudi, dia adalah seorang risk taker, yang menganggap hidup ini adalah kesenangan semata. Tapi rasa optimisme di atas rata-rata membuat pria ini sulit menghadapi kenyataan. wah jangan2 nih orang pecinta lagu rhoma-irama lagi.
10. Perokok bak lokomotif cenderung gelisah dan penggugup, satu hal lagi jantungnya gak sehat kali.

saya berharap tulisan yang tak seberapa ini bisa membatu sudara-saudari unutk menjelajah makhluk yang namanya "Pria".. selanjutnya terserah anda...

~ Thursday, April 28, 2005 ~

LaYaKkaH bILa..

Kenapa aku selalu mengeluh..?
bukankah Tuhan sudah berikan yang terbaik untukku..?
Kenapa aku tidak bisa bersyukur Tuhan...?

Sepi...
Selalu datang bahkan di saat aku berada di keramaian..
Wajarkah bila aku bertanya..? Siapa yang aku punya...?
Sepertinya aku tidak punya siapapun disini, tidak ada seorang pun !!

Aku hanya punya langit, untuk tempatku melampiaskan kekecewaanku yang ternyata hanya bisa diam tak menjawab..
Aku hanya punya bintang, tempatku melampiaskan harapan-harapanku yang kiranya bersinar seperti bintang..
Aku hanya punya hujan, yang membuatku merasa seolah-olah bebanku terlepas dan jatuh mengikuti arah airnya mengalir..
Aku hanya punya petir, yang senantiasa menyampaikan teriakan-teriakan emosiku kepada semua orang..
Aku hanya punya kilat, yang sebenarnya berkata bahwa aku bisa sekejam petir yang membakar pohon yang besar..
Aku hanya punya tanah, pengganti buku harianku yang berharap kejadian yang aku alami hari ini bisa aku hapus dalam hidupku..

Aku hanya punya itu..Aku hanya punya mereka yang sebenarnya tidak bisa berkata "Tenang sesuatu ada akhirnya, bukankah Akhir lebih penting daripada awalnya ?walapun awal menentukan segalanya "

Tidak aku tidak punya..
Ataukah keegoisanku yang sedang berteriak meronta-ronta sekarang ?
Sudah....sudah...aku sudah jenuh harus selalu seperti ini...
Tidak adakah kesempatan untukku merasakan indahnya ?
Berada bersama orang-orang yang sesungguhnya sama denganku,
menikmati hidup tanpa beban yang berat,
Layakkah bila aku berkata..
Ini terlalu berat untukku..tidak adakah yan lebih ringan daripada ini ?

Mungkin aku belum mengerti bahwa sebenarnya "Ada berkat dalam badai"
Kapan badai itu berhenti..?
Aku sudah bilang..!! Sudah...Sudah...
Aku ingin mengakhirinya !



~ Wednesday, January 12, 2005 ~

ThaNks tO aNdReW_16

Kalau nasib adalah milik kesendirian kita apakah mungkin dua menjadi satu saat laut mamagari kita dengan airnya menutupi pandangan untuk melihatmu tersenyum.
Apalah entah berkah atau kutukan saat aku memuji tanpa ada sentuh tanganmu entah ..... aku ingin kamu ....ingin sekali
Tuhan ada untuk menjaga dan menghamparkan sayangnya untuk perempuan yang selalu tersenyum untukku (terima kasih tuhan )